Heiiii guys!!!!!,nyamuk-nyamuk dirumah gw udah mulai kalap neh,udah semingguan ga ngepost,wkwkwkwkwk,lagi sibuk ngurusin pmdk trisakti neh,kalo dapet berarti 2 taon tinggal di gading neh gw,hahahahaha,anyhow,hari ini gw baru ngebaca notes temen lama gw di facebook,bahasanya berat getoh,tapi asal muasalnya gw juga pernah belajar bikin yang kayak gituan juga seh,and di post kali ini gw akan coba mempraktekannya:
Confession of Love and Heartache
pernah senja merah yang terpancar itu selalu ada bersama ku,melintasi 3 tahun yang sepertinya tak lebih dari 3 jam,ironis,pernah saja senja itu menjadi terlalu indah,entah menghantui,atau hanya sekedar menyapa...,atau bahkan menyelimutiku dengan kasih lembutnya,dan entah pelan-pelan membunuhku dengan sayup sinar merahnya,Air mata jatuh pelan-pelan dari kami...,dosa yang harus ditebus oleh darah,dosa yang menggali ngarai besar,grand canyon???berlahar....,terlalu besar untuk ku lewati,terlalu cukup untuk buatku mengangaduh...menjerit..meratap...ya,suatu pertunjukkan yang usai,durasi 3 tahun yang menyakitkan,namun nyata...,dosa yang telah aku lakukan...dan terus kuratapi dengan tak bisa lagi melihat senja merah untuk selamanya...Confession of Love and Heartache...ya benar,cinta dan sakit hati...pernahkah ada satu karya tuhan yang lebih menyakitkan darinya??rasa yang terlalu menyakitkan,lagu sumbang dari orpheus...halilintar zeus...jeritan promeneus...mungkin hanya itu yang bisa menandingi satu opera lagi yang terlahir dengan judul,Confession of Love and Heartache...,dan kini,dengan berdiri di satu titik antara 12 dan 2,timur laut????,serangga....aku masih mengukir layar ini dengan umpatan dan cacian terhadap nasib....
hanya beberapa yang tahu mengapa....oracle terus terngiang di kepalaku,menyanyikan lagu kutukan terburuk bahwa senja merah tak lagi terbit untukku,Hypnos saja enggan membawaku ke alamnya...,enggan sekedar menhiburku dengan ilusi-ilusi indahnya...,namun ada satu pujangga seperti Shakespeare,versi wanitanya mungkin,yang melantunkan kata-kata mati yang indah...aku terbawa,opera itu terus berdendang,Achilles kah aku yang sekuat apapun mati oleh panah panggeran troy???ia yang terus membawa lari mimpi indah,senja merah,dengan segala kelebihannya???sekuat tenaga....Rotten apple?atau Golden one????guest so....tapi satu yang terjadi,memang tak ada obat yang lebih menguatkan aku selain puisi Hera,sang ibu,Takut apa????itu judulnya dan menghilangkan rasa takutku,membuka pintu paradigma yang mengurungku,jeruji antah berantah yang mengelilingiku,dan kini aku kembali siap,tinggalkan masa lalu tanpa beban,jalani saat ini dengan sekuat tenaga,dan hadapi masa depan tanpa rasa takut...G-one....
The Opera....
Well,Gimana?gw lumayan kan?thats all for today bro....nites.....
Minggu, 31 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar